09.41 | Posted in
Membangun Internet Service Provide (ISP) mulai dari awal
January 16th, 2010 by padepokan-it.com

Dimulai pada dekade 90-an perkembangan Internet semakin berkembang pesat, di Indonesia sendiri bisnis Internet mulai dikenal sekitar tahun 95-an yang diawali dengan munculnya Internet Service Provider yang menyediakan akses ke Internet dengan bandwidth berkisar antara 14.4 kbps hingga 28.8 kbps. Hingga akhir tahun 1999 daftar ISP di Indonesia baik yang sudah beroperasi maupun belum beroperasi sekitar 55 ISP, tapi saat ini di tahun 2001 ini jumlah ISP secara keseluruhan yang tercatat di Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sudah menginjak angka 155 ISP. Bisnis ISP memilik prospek yang bagus. Saat ini semua bisnis yang berbasis Internet tidak akan berkembang apabila infastruktur dan koneksi ke Internet tidak dibangun terlebih dahulu, berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), saat ini data pelanggan beberapa ISP adalah sebagai berikut:

Data Pelanggan ISP

LinkNet : 100.000 pelanggan
TelkomNet : 100.000 pelanggan
IndosatNet : 41.000 pelanggan
CBN : 35.000 pelanggan
IndoNet : 15.000 pelanggan (untuk daerah Jakarta saja)
RadNet : di atas 20.000 pelanggan
Centrin : di atas 20.000 pelanggan
Dnet : di atas 10.000 pelanggan
MegaNet : di atas 10.000 pelanggan
Idola : 4000 pelanggan (mayoritas pelanggan adalah perusahaan)

Data APJII tahun 2000 – 2001

Di bawah ini merupakan prosedur untuk membangun Internet Service Provider:

1. Mengajukan proposal dengan dilampiri Akte Perusahaan, SIUP, NPWP, dan dokumen-dokumen penunjang lainnya ke :

Departemen Perhubungan

Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi

Jl. Medan Merdeka Barat 17

Jakarta 10110

Proposal yang dibuat memuat bisnis Plan dari ISP yang akan dibangun, yang di dalamnya memuat tentang garis besar arah bisnis yang ingin dibangun, aspek-aspek teknis yang menunjang ISP, aspek marketing, aspek keuangan, struktur organisasi, serta jadwal pelaksanaan dari perusahaan tersebut. Untuk aspek-aspek teknis yang menunjang ISP, memuat mengenai perangkat yang akan digunakan, misalnya: server yang digunakan, jumlah Remote Access Server, lokasi POP (Point of Presence), besarnya bandwidth, nama upstream provider, termasuk pula gambar network plan yang akan dibangun dan lain sebagainya. Aspek marketing sendiri berisi mengenai jenis-jenis service yang diberikan misalnya dial-up, leased line, co-location, data center, dan lain sebagainya. Sedangkan mengenai aspek keuangan memuat rencana anggaran untuk pendirian serta operasional ISP ini. Untuk struktur organisasi berisi penjelasan mengenai struktur organisasi perusahaan tersebut yang menunjang bisnis ISP ini, kemudian untuk jadwal pelaksanaan sendiri memuat rencana pendirian ISP ini termasuk pula mengenai jadwal operasional ISP tersebut.

Pada tabel di bawah merupakan daftar harga bandwidth untuk koneksi ke Internet dari beberapa upstream provider (dimana harga ini sewaktu-waktu bisa berubah):
No Penyedia Bandwidth Biaya Instalasi Harga Bandwidth
1 Indosatnet Rp. 2.500.000,- 64 Kbps: Rp. 4.700.000,-

128 Kbps: Rp. 8.000.000,-

192 Kbps: Rp. 10.500.000,-

256 Kbps: Rp. 13.500.000,-

384 Kbps: Rp. 18.500.000,-

512 Kbps: Rp. 24.200.000,-

768 Kbps: Rp. 33.600.000,-

1024 Kbps: Rp. 44.400.000,-

1536 Kbps: Rp. 65.900.000,-

2048 Kbps: Rp. 82.100.000,-
2 Pesatnet Rp. 2.000.000,- 64 Kbps: Rp. 4.500.000,-

128 Kbps: Rp. 5.750.000,-

256 Kbps: Rp. 8.250.000,-

384 Kbps: Rp. 11.250.000,-

512 Kbps: Rp. 14.250.000,-

1024 Kbps: Rp. 28.000.000,-
3 Satelindo $ 500 64 Kbps: $ 4.500,-

128 Kbps: $ 5.750,-

256 Kbps: $ 8.250,-

512 Kbps: $ 13.600,-

1024 Kbps: $ 18.000,-

2048 Kbps: $ 27.000,-
4 CBN Rp. 2.000.000,- 64 Kbps: Rp. 4.000.000,-

128 Kbps: Rp. 7.000.000,-

256 Kbps: Rp. 13.000.000,-

512 Kbps: Rp. 24.000.000,-

1024 Kbps: Rp. 46.000.000,-
5 Linknet Rp. 500.000,- 64 Kbps: Rp. 3.500.000,-

128 Kbps: Rp. 5.500.000,-

256 Kbps: Rp. 10.500.000,-

512 Kbps: Rp. 19.500.000,-

1024 Kbps: Rp. 37.000.000,-
6 Dwi Tunggal Putra $ 200 64 Kbps: $ 1.350,-

128 Kbps: $ 1.800,-

256 Kbps: $ 2.500,-

384 Kbps: $ 3.400,-

512 Kbps: $ 4.200,-

768 Kbps: $ 5.750,-

1024 Kbps: $ 7.500,-

2048 Kbps: $ 14.000,-
7 Circlecom Rp. 3.500.000,- 64 Kbps: Rp. 2.500.000,-

64 Kbps: Rp. 4.000.000,-

128 Kbps: Rp. 5.000.000,-

128 Kbps: Rp. 7.000.000,-

256 Kbps: Rp. 8.500.000,-

256 Kbps: Rp. 10.000.000,-

512 Kbps: Rp. 18.500.000,-

512 Kbps: Rp. 20.000.000,-
8 Indonet Rp. 2.000.000,- 64 Kbps: $ 448,-

64 Kbps: $ 349,-

64 Kbps: $ 206,-

64 Kbps: $ 111,-

128 Kbps: $ 896,-

128 Kbps: $ 697,-

128 Kbps: $ 411,-

128 Kbps: $ 221,-

256 Kbps: $ 1.702,-

256 Kbps: $ 1.325,-

256 Kbps: $ 780,-

256 Kbps: $ 420,-

512 Kbps: $ 3.226,-

512 Kbps: $ 2.509,-

512 Kbps: $ 1.479,-

512 Kbps: $ 796,-

1024 Kbps: $ 6.094,-

1024 Kbps: $ 4.739,-

1024 Kbps: $ 2.793,-

1024 Kbps: $ 1.503,-

Sumber: IDC Indonesia
Category:
��

Comments

0 responses to "ISP"